HOT info TELEKOMUNIKASIThis is a featured page

13 Maret 2009

Teknologi 2009



HOT info TELEKOMUNIKASI - SURYA PRIMA SELULAR
Tahun 2008 bakal segera berakhir. Tapi sebelum benar-benar ditutup, tahun ini masih menyisakan sekelumit teaser untuk teknologi yang sepertinya bakal marak tahun depan. Teaser yang dimaksud adalah satu atau dua hape yang dikenalkan dengan teknologi baru banget untuk menutup tahun ini. Tujuannya apalagi kalau bukan buat pamer sekalian ngegebrak pasar plus nunjukin inovasi sang vendor.

Maksudnya gini kali, kalau tahun ini aja kita (vendor yang bersangkutan) udah bisa bikin yang kayak gini, siap-siap aja nunggu serangan sebenarnya tahun depan. Wah, kalau emang benar gitu pesannya, berarti dengan banyaknya teknologi baru di akhir tahun ini, bisa dipastikan tahun depan bakal lebih rame. Ya paling nggak awak hape nggak nulis yang itu-itu aja kalau ngereview produk. Hehehe…daripada banyak omong, monggo dilihat-lihat dulu teknologi apa aja yang bakal heboh tahun besok.


WIMAX Wimax atau LTE? Itu pilihan yang sering bikin pusing operator sejalan dengan pengembangan jaringannya. Tapi buat teknologi hape, Wimax sudah siap diaplikasikan. Bahkan HTC udah bikin hape dengan jaringan 4G ini. Hmm…bakal sesukses hape 3G nggak ya kira-kira? Sukses atau nggaknya masih belum ketahuan, yang jelas akhir tahun 2008 sudah ada hape Wimax di pasaran. So, pastinya tahun depan bakal ada dua atau tiga lagi. Atau kalau ternyata sukses, bisa jadi semua vendor mulai menggantikan trend HSDPA ke Wimax ini. Kita tunggu aja bakal jadi apa tahun depan.

KAMERA RESOLUSI (LEBIH) TINGGI Tahun ini, hape kamera dengan resolusi 8 Mpix hanya dimiliki segelintir vendor saja. Itu pun dengan produk yang masih sangat sedikit. Nah, tahun depan sih kayaknya semua vendor sudah pasti bersaing di segmen ini. Dari gosip yang ada, vendor seperti Nokia dan Motorola memang sedang mengembangkan hape kamera 8 Mpix untuk diluncurkan tahun depan.

Malah ada juga gossip soal modul kamera hape 12 Mpix dari salah satu vendor. Kalau udah kelihatan arahnya, bisa dipastikan kalau tahun depan hape dengan kamera 8 Mpix bakal mulai menjadi standard dan bakal ada yang 12 Mpix sebagai flagship. Waduh…mau sampai berapa lagi nih?


ZOOM OPTIKAL Hape kamera yang memakai zoom optikal bisa dibilang masih sangat jarang. Tapi kebutuhan akan level fotografi yang lebih tinggi pastinya bakal menuntut teknologi ini untuk dikembangkan lebih banyak lagi. Nah, tahun depan lah teknologi ini akan banyak dipakai di hape-hape kamera, terutama untuk produk yang memang fokus di sana. Kemungkinan zoom optikal ini akan banyak dipakai hape Cina. Apalagi karena K-Touch sudah memakainya. Tapi bisa jadi hape kamera sekelas Cyber-shot juga akan menggunakannya. Soalnya untuk urusan zoom, yang optikal ini jelas lebih bagus hasilnya daripada yang digital.


FOKUS OTOMATIS Pengembangan kamera nggak bakal sempurna kalau cuma ngandelin penambahan resolusi aja. Soalnya pasti lama-lama semua pemain bakal punya teknologi yang sama. Makanya seiring dengan bertambahnya resolusi, vendor juga ngasih beberapa fasilitas baru yang walaupun sifatnya masih sekedar gimmick tapi bisa dihitung sebagai nilai jual yang bagus.

Salah satu fasilitas kamera yang mulai dikenalkan tahun 2008 dan bakal marak di tahun 2009 adalah fokus kamera otomatis. Menariknya, untuk urusan fokus ini ada banyak cara yang bisa dipakai. Ada yang mencari wajah untuk dikunci dalam fokus, ada juga yang lebih ekstrim dengan mendeteksi senyuman. Memilih fokus dengan menyentuh obyek yang diinginkan di layar viewfinder seperti yang dimiliki HTC Touch HD juga diperkirakan bakal banyak dipakai tahun depan. Paling nggak untuk jajaran hape layar sentuh HTC.


LAYAR RESOLUSI HD Bukan cuma kamera yang pakai resolusi tinggi. Tahun depan tampilan layar hape juga diperkirakan bakal lebih kinclong lagi dengan mulai diaplikasikannya layar high definition alias resolusi tinggi. Untuk ukuran resolusi yang dipakai sepertinya masih berkisar di WVGA atau 480 x 800 pixel. Dengan kepadatan pixel seukuran ini, tampilan di layar terlihat lebih rapat dan enak dilihat. Jika tahun ini HTC sudah mengenalkan hape layar HD sebagai senjata untuk menggebrak pasar, tahun depan diperkirakan produsen dengan pengutamaan di sisi layar seperti Samsung bakal balas menyerang. Jika tahun ini kedalaman warna yang dipakai baru 65.000 warna, mungkin tahun depan hape layar HD sudah 16 juta warna. Hmm…makin memanjakan mata dong pastinya!


KAPASITAS MEMORI BESAR Makin berkembangnya teknologi kapasitas penyimpanan data membuat hape-hape makin gemuk memori. Hard disk mikro dan berbagai inovasi lainnya makin mendekatkan hape pada gadget-gadget multimedia stand-alone. Kalau tahun ini memori internal paling gede sudah mencapai angka 16GB (Nokia N96 dan Samsung Innov8), maka diperkirakan tahun depan bakal lebih dahsyat.

Perkiraannya sederhana aja, kalau USB flashdisk atau MP3 player macam iPod sudah punya daya simpan diatas 100GB, paling nggak hape bisa lah digoyang hingga punya daya simpan sekitar 60GB. Apalagi mengingat dukungan prosesor yang makin dahsyat. Asik nih, nggak perlu lagi yang namanya memori eksternal buat nyimpen file DivX yang gede-gede itu.


PROSESOR CEPAT Jika hape sudah punya memori besar dan berbagai kelengkapan canggih lainnya, paling nggak dia butuh otak pintar untuk mengerjakan itu semua. Untuk inilah hape pintar membutuhkan prosesor yang harusnya juga cepat. Bukan 200,300 atau 400 MHz, yang dibutuhkan di tahun depan sudah harus minimal 800 MHz.

Akhir tahun 2008 ini, Asus yang jago bikin PC sudah mengenalkan prosesor untuk hape PDA-nya dengan kecepatan mencapai 800 MHz. Prosesor ini dipakai untuk Asus P565. Bisa kebanyang dong gimana asyiknya memakai hape dengan prosesor tangguh seperti ini. Pastinya eksekusi segala perintah bisa dikerjakan dengan cepat. Mudah-mudahan tahun depan hape dengan prosesor segini makin banyak, dan makin berkembang dengan yang lebih cepat lagi.
dikutip dari majalah HANDPHONE13-04-2009 (Handphone Magazine)


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~


6 April 2009

Mulai Melambat Perlu Kerja Berat

Ada hikmah yang bisa dipetik dari perang tarif industri seluler Indonesia selama 2008 kemaren. Tarif telepon bergerak yang tahun-tahun sebelumnya susah melorot akhirnya bisa murah juga. Apalagi setelah pemerintah menurunkan tarif interkoneksi. Setidaknya tarif telpon beda operator bisa turun antara 10% sampai 30%. Sementara telepon atau SMS sesama operator bahkan bisa gratis.

Inilah buah kompetisi. Sebelas operator yang bermain di sektor telekomunikasi bergerak Indonesia nyatanya masih bisa menikmati pertumbuhan pelanggan yang signifikan. Memang, ARPU turun. Tapi ada peningkatan minute of usage yang berlipat ganda. Bagi operator yang jeli, tetap ada penambahan pendapatan dan laba usaha pada akhir 2008.

Artinya, operator ternyata masih bisa untung dengan tarif murah. Memang ini bisa diperdebatkan. Sampai kapan ini bisa bertahan? Bagaimana dengan 2009? Kalau melihat struktur tarif operator saat ini, mungkin cukup riskan bila operator kembali menurunkan tarifnya pada tahun 2009 sebagai bentuk kompetisi. Masalahnya, tarif saat ini sudah pada level yang paling rendah. Itu kata operator besar, lho. Operator medioker mungkin sudah megap-megap.

Oleh karena itu, pada 2009 mungkin kompetisi antar operator akan menemukan pola baru. Tidak lagi bermain-main dengan tarif. Mereka bisa jadi akan menggarap layanan-layanan marketing yang lebih ke arah program loyalty. Kalaupun ada yang masih main-main dengan tarif, tidak akan sesporadis seperti kejadian pada 2008. Tapi, kalaupun mereka masih main seperti itu, siap-siap saja merugi.


PERLAMBATAN Jumlah pelanggan selular sampai akhir 2008 diperkirakan akan mencapai 100 juta. Sementara pada 2009, kalangan operator mengambil angka moderat dengan perkiraan pertumbuhan sekitar 20%-30%. Ini jauh lebih kecil dibandingkan rata-rata pertumbuhan selama ini yang mencapai 40%.

Belum lagi kalau memperhitungkan tingginya churt rate yang mencapai 20% dari pelanggan saat ini. Tak aneh bila para operator—terutama operator baru--sekarang mengikat pelanggan dengan kontrak yang lebih panjang. Misalnya melakukan paket bundling dengan tawaran bonus pulsa sampai 6 bulan bahkan satu tahun. Ini agar pelanggan tidak langsung membuang kartu yang sudah diaktifkan.

Kalangan operator sepakat bahwa pada 2009 kondisi akan semakin sulit. Ada dua alasan yang mendukung. Pertama, krisis ekonomi global yang menyebabkan kalangan industri akan sedikit mengerem rencana ekspansi mereka pada tahun 2009. Yang kedua, kompetisi internal yang semakin berat karena para operator akan makin gila-gilaan dalam melakukan perang harga.

Terkait dengan krisis ekonomi global, dana pengembangan untuk ekspansi yang biasanya diperoleh dari pengeluaran obligasi, pinjaman bank atau penjualan saham, akan sulit diperoleh operator. Menurut Merza Fachys, Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI), operator pantas kebat-kebit bila sampai Desember 2009 belum mendapatkan kepastian dari mana dana pinjaman akan diperoleh.

”Karena lembaga keuangan global ngerem aktivitas pembiayaan mereka. Makanya, kalo ada operator yang sampai hari ini belum jelas dari mana sumber pembiayaannya untuk ekspansi tahun depan, pantas ketar-ketir,” kata Merza dalam sebuah seminar telco di Hotel Sultan Jakarta pada minggu ketiga November 2008 lalu. Meskipun para operator sudah meyakini mereka memiliki sumber-sumber capex untuk pengembangan jaringan tahun depan, bukan berarti masalahnya juga selesai. Kompetisi yang makin ketat pada operator GSM dan CDMA akan membuat operator saling memangsa pelanggan yang sama.

”Tahun 2008 lalu, kampanye (perang tarif) sudah berlebihan dan membingungkan pelanggan. Makanya tahun 2009, operator akan lebih realistis. Biaya yang dikeluarkan, harus sebanding dengan yang diterima,” tambah Rachmat Junaidi, direktur Bakrie Telecom.

Rachmat mengindikasikan perang tarif jor-joran seperti yang dilakukan operator pada 2008 akan semakin kecil. Sebab, operator akan mengkalkulasi lagi besaran tarif yang layak buat mereka. Yang dilakukan operator adalah melakukan inovasi layanan terbarunya agar pelanggan tetap setia. Bakrie Telecom selama ini cukup agresif dalam membuat layanan-layanan inovatif.


TETAP EKSPANSIF Meskipun krisis ekonomi, operator sendiri mengklaim bahwa rencana biaya modal yang sudah mereka susun untuk 2009 tidak akan mengalami perubahan. Artinya, mereka akan tetap ekspansi. Terutama bagi operator gurem yang selama ini belum banyak memilki jaringan di luar Jawa.

”Setiap tahun, ekspansi tetap jalan, untung atau tidak untung,” kata Merza mengingatkan. Menurut dia, masalah ekspansi jaringan tidak semata-mata dilihat dari laba perusahaan semata, tapi juga untuk kepentingan bisnis jangka panjang.

XL, Indosat, Telkomsel sudah mengkonfirmasikan tidak akan mengurangi Capex yang sudah direncakan sejak 2008 lalu meskipun krisis global. Memang sempat ada masalah dalam hal rencana penjualan tower dari beberapa operator, tapi hal itu sudah bisa diatasi. Bahkan para operator besar relatif belum kesulitan dalam mendapatkan dana pengembangan, baik dari utangan maupun penjualan saham.

Selain pengembangan jaringan, para operator juga mulai meningkatkan layanan data untuk menggenjot ARPU. Saat ini, kabarnya ARPU rata-rata sudah di bawah Rp 30.000 dan terus tergerus. ”Para operator sebetulnya mengerti bahwa data menjadi alternatif menaikkan ARPU. Tapi saat ini kami cari makannya dari voice dan SMS. Jadi kami ingin menikmati itu dulu,” kata Merza.

Tahun 2009, kata dia, mau tidak mau data harus mulai dipikirkan para operator. Makanya, menurut Merza, pihaknya sangat berterima kasih kepada operator GSM yang sampai hari ini tanpa henti terus mengedukasi pelanggan tentang layanan 3G. “Suatu hari, data akan menjadi sumber pendapatan yang signifikan.” Beberapa operator mulai serius menggarap layanan internet, seperti Indosat yang memang punya basis teknologi tersebut melalui anak usahanya Indosat M2. Kolaborasi Indosat dan IM2 mengeluarkan paket internet HSDPA berharga murah. Terakhir Smart juga mengeluarkan Smart Jump dengan teknologi EVDO Rev A, yang pertama di Indonesia. Telkomsel dengan Flash juga cukup gencar berpromosi-ria.

dikutip dari majalah HANDPHONE13-04-2009 (Handphone Magazine)




~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~





HOT info TELEKOMUNIKASI - SURYA PRIMA SELULAR







10 Ponsel TiPhone Ramaikan Pasar Ponsel Indonesia
2008-12-04 06:17:18

PT TiPhone Mobile Indonesia memperkenalkan merek TiPhone ke pasar ponsel tanah air. Hadir dengan 10 ponsel yang mengedepankan desain, kelengkapan fitur dan kemudahan melalui kostumisasi setting standar.

PT TiPhone Mobile Indonesia memperkenalkan merek TiPhone ke pasar ponsel tanah air. Hadir dengan 10 ponsel yang mengedepankan desain, kelengkapan fitur dan kemudahan melalui kostumisasi setting standar. Dari 10 ponsel itu, empat diantaranya, yaitu TiPhone 7250, 6080, 6081, dan 5310, sudah ada di sentra-sentra ponsel. Seri 7250 mengusung teknologi dual on GSM dan 5310 hadir sebagai ponsel musik yang dilengkapi fitur FM radio dan pemutar musik. TiPhone juga memiliki ponsel TV tuner analog yang beroperasi di dua jaringan: seri 6080 (dual on GSM-CDMA) dan 6081 (dual on GSM).

Sementara enam seri lainnya baru dikenalkan pada peluncuran di Jakarta (20/10). Yaitu, seri T80, 7260, 7708, 5088, 1255, dan TiPhone 5000 yang masing-masing memiliki keunggulan. Mulai dari ponsel CDMA dengan harga di bawah satu juta rupiah hingga ponsel multimedia yang berharga lebih mahal. “Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi pengguna ponsel. Lengkap dengan keseruan dan kegembiraan yang muncul kala menjelajahi menu demi menu yang ada di TiPhone T80,” ungkap Tommy, CEO TiPhone Mobile Indonesia. Rencananya enam ponsel tersebut akan beredar di pasar mulai November 2008.

Pada kesempatan yang sama, Tommy juga mengungkapkan keseriusannya dalam mengembangkan brand TiPhone. “Kami akan serius menjaga kualitas produk TiPhone,” jelas Tommy.

TiPhone yang hadir dengan dukungan Telesindo Shop, salah satu jaringan distribusi ponsel terkemuka di Indonesia dengan lebih dari 400 gerai di seluruh Indonesia. Menurut Hengky Setiawan, Direktur Utama Telesindo Shop, ehadiran TiPhone penting untuk memperkuat posisi Telesindo sebagai One Stop Shopping di industri telekomunikasi.


( Muhammad Furqon )


di kutip dari berita mobile MAGAZINE / desember 2008

************************************************************************************************************

HOT info TELEKOMUNIKASI - SURYA PRIMA SELULAR

Tata Niaga Ponsel
2008-12-05 23:22:05

Mau tahu berapa jumlah ponsel yang beredar di Indonesia selama 2007? Menurut data barang beredar jumlahnya mencapai 21 juta unit. Sedangkan jumlah impor ponsel yang tercatat hanya 1,5 juta saja. Berarti dari 21 juta ponsel yang dijual di Indonesia.
Kabarnya inilah salah satu alasan pemerintah ingin membuat aturan lebih ketat mengenai perdagangan ponsel. Istilahnya semacam tata niaga perdangan ponsel. Meskipun, pengalaman kita tentang tata niaga perdagangan, kecenderungannya selalu mendistorsi pasar, membuat persaingan mandeg dan konsumen membayar jauh lebih tinggi. Satu hal lagi, seringkali juga hanya mengguntungkan segelintir orang saja.
Tapi bukan hanya soal pajak yang membuat pemerintah gatal tangannya untuk bikin aturan. Menurut Direktur Telematika Departemen Perindustrian Ramon Bangun, alasan lain yang mendorong pemerintah untuk mengatur masalah perdagangan ponsel adalah dengan kondisi pasar saat ini investor asing susah dirayu untuk membangun pabrik ponsel di Indonesia. Raymon, misalnya, membandingkan dengan Malaysia. Dengan pasar yang lebih kecil Malaysia sekarang sudah memiliki tiga pabrik perakitan ponsel. Kabarnya Nokia, Sony Ericsson dan Samsung pernah menyatakan keinginannya membangun pabrik perakitan disini.
Logika yang sering terbangun adalah saat ini pasar ponsel di Indonesia mengalami tingkat persaingan yang begitu sempurna. Puluhan merek baru hadir. Mereka menguasai jalur distribusi tradisional. Akibatnya dirasakan dapat menganggu penguasa pasar yang selama ini establish. Karena sebagian pemain merek baru dulunya adalah pengimpor ponsel merek besar dengan garansi sendiri, maka mereka jadi rentan untuk dijadikan sasaran tembak. Dulu meski mereka punya hak yang sama dengan distributor resmi untuk mengimpor ponsel merek Nokia atau Sony Ericsson, toh seringkali aparat keamanan menjadikannya mangsa. Sweeping di Roxy Mas, misalnya, sering terjadi. Kini bisa dikatakan mereka beralih untuk mengimpor ponsel dan distempel merek sendiri. Posisinya lebih clear dibanding sebelumnya. Keberadaan merek baru ini, menurut saya, justru mengurangi jumlah ponsel dengan garansi berbeda. Artinya semakin memudahkan pemantauan pemerintah terhadap tingkat persaingan dan pola perdagangan di pasar. Tapi toh, rencana untuk membuat aturan perdagangan justru baru berhembus sekarang, justru di saat pasar sedang bersaing sangat keras.
Langkah untuk mengatur perdagangan ponsel mungkin dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama dengan mengetatkan proses impor. Jika selama ini untuk memasukan ponsel cukup dilakukan oleh importir umum, mungkin nantinya yang dapat mengimpor ponsel adalah importir terdaftar. Itu artinya, ke depan, tidak banyak perusahaan yang bisa mengimpor ponsel. Segelintir perusahaan yang terdaftar juga pada akhirnya akan menguasai persaingan.
Berikutnya, mungkin saja akan diatur dengan semacam tata niaga. Mungkin setiap ponsel yang beredar akan diberikan semacam stiker yang dikeluarkan oleh perusahaan yang ditunjuk pemerintah. Nah, untuk yang terakhir ini, bakal menimbulkan kerawanan. Sebab, siapa nanti yang akan ditunjuk untuk mengurus tata niaga tersebut. Ini memang lahan basah. Tanpa harus bersusah payah, misalnya, pengelola tata niaga bisa mengutip pendapatan dari setiap ponsel yang dijual di Indonesia. Ujung-ujungnya harga ponsel dalam negeri akan melonjak dan konsumen dirugikan. Ada isu, kerabat seorang pejabat tinggi, kini sedang giat berusaha mendapatkan lisensi tata niaga ini. Tanpa harus bersusah payah dengan persiangan, tanpa harus keringatan dan hanya bermodal aturan pemerintah dan proteksi, bisnis mencari rente ini ingin ikut menikmati manis penjualan ponsel. Logika ini muncul kemungkinan besar karena melihat maraknya ponsel merek baru merangsek pasar.
Coba kita telaah alasan yang membuat pasar ponsel harus di tata niagakan. Jika soalnya adalah sebagian besar ponsel beredar tidak membayar pajak bukankah lebih gampang menelisiknya? Saat ini 75% pangsa pasar ponsel di kuasai dua merek besar dan jumlah ponsel yang tidak bayar pajak adalah 80% dari 21 juta. Artinya bisa diasumsikan sebagian besar yang ngemplang pajak adalah dua merek besar itu. Nah, dengan hadirnya merek-merek baru yang secara otomatis mengurangi ponsel dengan garansi berbeda, itu artinya untuk setiap merek tinggal distributor resminya saja yang menguasai. Dengan demikian, langkah semakin mudah. Coba saja telisik catatan keuangan perusahaan-perusahaan yang selama ini tercatat sebagai distributor resmi merek-merek besar. Sebab sebagian masalahnya mungkin ada disana.
Jika kualitas produk yang menjadi masalah, yang harus dibenahi bukanlah masalah perdagangannya, tetapi justru dari sisi proses penelahaan standar kualitas barang telekomunikasi yang ditangani oleh bagian standarisasi Postel. Sementara itu, jika asumsinya Nokia, Sony Ericsson atau Samsung ingin membangun pabrik ponsel disini dan syaratnya adalah pemerintah diminta membenahi pasar terlebih dahulu, bukankah justru selama ini pasar dikuasai oleh merek-merek besar seperti mereka. Dengan hadirnya merek-merek baru ini maka pemain garansi independen jauh berkurang, itu artinya penguasa pasar sejujurnya adalah para distributor resmi merek-merek besar tersebut. Jadi justru partner resmi merekalah yang mestinya dibenahi.
Lagian, tidak usah jauh-jauh. Tanpa harus minta tata niaga segala, Nexian dan Lotus, keduanya merek nasional juga sudah mulai pelan-pelan membangun industri ponsel di Indonesia. Sebelumnya malah PT Inti sudah memulainya. Kalau alasan pengaturan dari pemerintah untuk melindungi industri nasional, embrio yang sudah dibangun oleh warga negara Indonesia tersebut tinggal di fasilitasi lebih baik. Bukan malah mendistorsi pasar untuk menyiapkan karpet merah buat investor asing yang belum apa-apa minta proteksi.
Tapi, apapun kabar yang beredar, justru yang paling santer terdengar adalah adanya kerabat salah seorang penguasa yang ingin mendapat untung dari perdagangan ponsel dengan hanya mengandalkan rente, dengan merebut ijin pengelolaan tata niaga perdagangan ponsel. Kalau ini yang yang terjadi, Indonesia memang belum berubah!
( Eko Kuntadhi )
di kutip dari berita mobile MAGAZINE / desember 2008

************************************************************************************************************


suryaprima
suryaprima
Latest page update: made by suryaprima , Sep 4 2009, 11:08 PM EDT (about this update About This Update suryaprima Moved from: BATERAI HP JADUL DOTCOM Specialist Handphone Battery and Cell Phones Accessories - suryaprima

No content added or deleted.

- complete history)
Keyword tags: hot info telekomunikasi
More Info: links to this page
There are no threads for this page.  Be the first to start a new thread.

Related Content

  (what's this?Related ContentThanks to keyword tags, links to related pages and threads are added to the bottom of your pages. Up to 15 links are shown, determined by matching tags and by how recently the content was updated; keeping the most current at the top. Share your feedback on Wetpaint Central.)