Paket Bundling, Semua Untung, Semua SenangThis is a featured page

Paket Bundling, Semua Untung, Semua Senang
2009-01-29 01:00:03


Paket Bundling, Semua Untung, Semua Senang - SURYA PRIMA SELULAR
Usaha memperbesar market share bisa dilakukan dengan gaya jualan bersama ponsel dan kartu perdana. Semuanya diuntungkan.

Jualan ponsel bareng dengan kartu perdananya memang bukan hal baru di Indonesia. Meski pasar di sini, lebih suka mendapatkan ponsel dan kartu perdana secara terpisah. Maklum, selain hobi gonta-ganti ponsel, konsumen Indonesia juga demen ganti-ganti kartu. Mungkin ini sebagai imbas dari perang tariff antar operator. Lihat saja, semua operator gencar menawarkan berbagai tariff murah. Bahkan ada yang gratis segala.
Nah, perang sengit antar operator ini juga dimanfaatkan oleh vendor ponsel. Makanya, tercipta penjualan dengan cara bundling. Maksudnya, kartu perdana dan ponselnya di jual bersamaan. Bagi operator dengan cara itu bisa mendulang pelanggan baru, sementara buat vendor ponsel bisa langsung menjual produknya dengan dukungan iklan dari operator. Iklan yang gencar juga bisa menjadi strategi co-branding yang cukup efektif untuk ponsel-ponsel merek baru.

Ingat ketika Samsung menjual paket dengan Fren, seharga Rp 399.000 beberapa waktu lalu, pasar langsung menyambut antusias. Maklum, itu adalah harga ponsel baru termurah yang bisa dibeli masyarakat. Namun sekarang, harganya sudah jauh lebih murah lagi. Esia menjual ponsel dengan harga Rp 199.000 lengkap dengan kartu perdananya. Sementara XL juga menjual bareng ponsel Startech seharga Rp 199.000. Ini adalah harga paling murah yang ada saat ini.
Wajar saja, jika belakangan Anda melihat gerai Esia dan XL ramai dikunjungi orang. Mereka antri untuk mendapatkan ponsel murah meriah, lengkap dengan nomor perdana dan berbagai bonus yang ditawarkan. “Ini adalah strategi promosi kami. Sebagai merek baru, Startech memerlukan dukungan semua pihak,” ujar Untung BW, Manager Marketing Startech Mobile.

Untung Buat Pedagang
Untuk mendapat ponsel murah yang dijual bundling dengan harga resmi, tampaknya masyarakat mesti antri panjang di gerai XL atau Esia. Suasana seperti ini dimanfaatkan oleh para pedagang. Mereka yang mau membeli ponsel tersebut di toko-toko, harganya sudah dikerek lumayan. Ponsel Esia yang Rp 199.000 (Rp 220.000 termasuk PPn) misalnya, jika beli di toko-toko Roxy Mas bisa mencapai Rp 250.000 sebiji. Demikian juga dengan ponsel Startech yang dijual bareng dengan Kartu Bebas. Dukungan iklan yang gencar dari operator menambah bobot promosi dan gebyar program ini.

Operator baru yang masuk paling belakangan milik Group Sinar Mas (Smart) juga menggunakan strategi bundling untuk menggarap pengguna potensialnya. Wajar sih, soalnya Smart adalah operator CDMA dengan frekuensi 1900 Mhz. Di Indonesia, hanya Smart yang menggunakan frekuensi ini, hingga mencari ponsel yang cocok juga tidak mudah. Makanya, jalan satu-satunya adalah dengan program menjual bareng antara ponsel dengan kartu perdananya. Hanya saja pedagang kurang antusias menanggapinya. “Barangnya jarang ada yang cari,” ujar seorang pedagang di Roxy Mas. Oleh sebab itu, mereka tidak memburu ponsel-ponsel yang dijual bersama dengan Smart, seperti ketika memburu ponsel Esia atau Startech (XL Bebas).
Ketika ponsel Samsung yang dibundling dengan Fren dilepas seharga Rp 399.000, dan menjadi ponsel paling murah saat itu, sebagian pedagang di Roxy Mas ada yang mengakali. Tadinya ponsel itu dikunci, hingga hanya bisa digunakan untuk Fren saja. Namun, dasar otak para pedagang yang cerdas, ponsel itu dibuka kuncinya lalu bisa digunakan untuk kartu Esia. Kontan saja, Fren dongkol. Bahkan sempet memperkarakan masalah ini ke polisi segala.
Kedongkolan Fren ini jelas, soalnya bagi operator target program bundling adalah mencari pengguna baru. Nah, jika nomornya bisa digunakan oleh operator lain, maka target itu tidak ada tercapai. Namun, toh XL cuek bebek saja, tidak menggunci ponsel Startech sebagaimana dulu dilakukan Fren. Hal ini disebabkan, karena diantara operator GSm tariff XL Bebas memang paling murah. “Kalau kita sudah membeli ponsel murah, juga mendapatkan kartu paling murah, ngapain ganti operator lagi,” ujar Untung.

Menarik Konsumen dan Branding
Hal yang paling khas dari kerjasama penjualan bundling ini adalah promosi untuk program ini bisa ditanggung bersama. Sehingga duit yang kesedot jauh lebih kecil. Sementara itu, bagi vendor ponsel baru seperti Haier, Sanex, atau Startech program ini bisa dilakukan untuk melakukan co-branding dengan merek operator yang sudah mapan. Setidanya, langkah memperkuat merek ponsel akan semakin mudah. Bahkan Haier sendiri lebih memilih gaya jualan ponsel jelas ini ketimbang harus menjualnya bebas ke pasar. Haier mungkin agak ngeri melihat kerasnya persaingan di pasaran ponsel, hingga membutuhkan legitimasi dari operator.

Sementara Startech hanya menerapkan strategi bundling sebagai salah satu cara saja. Targetnya agar dapat secara cepat melakukan penetrasi pasar dan menganggakat merek Startech. “Banyak juga produk kita yang dijual secara bebas ke pasaran. Yang bundling malah Cuma satu, yaitu Startech ST21,” tambah Untung BW.

( Eko Kuntadhi )
dikutip dari Mobile MAGAZINE


suryaprima
suryaprima
Latest page update: made by suryaprima , Jan 29 2009, 6:50 AM EST (about this update About This Update suryaprima Edited by suryaprima

1 image added

view changes

- complete history)
Keyword tags: paket bundling
More Info: links to this page
There are no threads for this page.  Be the first to start a new thread.